JELAFLO
← Semua artikel

CERITA PROFESIONAL

Belajar Etos Kerja dari Profesional Asal Indonesia di Luar Negeri

Dari riset radar sampai animasi, perjalanan profesional asal Indonesia memberi bahan belajar tentang keahlian dan cara bekerja bersama orang lain.

Doodle dua profesional menyimak dan bertukar pikiran
Keahlian tumbuh lewat latihan, pertanyaan, dan kolaborasi yang terus dijaga.

Melihat orang asal Indonesia berkarya di luar negeri sering memunculkan pertanyaan: kebiasaan kerja apa yang bisa kita pelajari dari perjalanan mereka?

Jawabannya perlu lebih konkret daripada “harus bekerja keras”. Jam kerja panjang tidak dengan sendirinya menjelaskan kualitas hasil. Kita perlu melihat kemampuan yang dikembangkan, masalah yang dikerjakan, dan hubungan profesional yang dibangun.

Tiga kisah, bukan gambaran semua orang Indonesia

Artikel ini membaca profil publik tiga profesional asal Indonesia di bidang riset dan animasi. Mereka bekerja dalam konteks, masa, dan kesempatan yang berbeda. Kisah keberhasilan juga tidak menampilkan semua hambatan, dukungan, atau kegagalan seseorang.

Karena itu, contoh berikut tidak membuktikan bahwa semua orang Indonesia memiliki etos kerja tertentu, atau bahwa satu kebiasaan pasti menghasilkan karier serupa. Sebutan “asal Indonesia” merujuk pada latar perjalanan mereka; artikel ini tidak menganggap semuanya berkewarganegaraan Indonesia saat ini.

Fakta biografis di bawah berasal dari sumber yang ditautkan. Saran praktiknya adalah interpretasi editorial JELAFLO, bukan nasihat hasil wawancara langsung dengan para tokoh.

1. Josaphat: menghubungkan keahlian dengan kebutuhan nyata

Profil Highlighting Japan edisi Februari 2020 membahas Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dan pengembangan radar CP-SAR untuk pengamatan permukaan bumi. Profil tersebut juga menceritakan kegiatan bersama mahasiswa dalam kerja sama JICA di Malaysia untuk pemetaan wilayah rawan longsor, serta hubungan riset dengan Indonesia.

Contoh itu memperlihatkan hubungan antara pengetahuan khusus dan persoalan yang memerlukan solusi. Pelajaran yang bisa kita ambil: saat mengembangkan kemampuan, tanyakan siapa yang akan memakai hasilnya dan keputusan apa yang terbantu.

Dalam pekerjaan sehari-hari, pertanyaannya bisa sederhana. Jika kamu membuat laporan, siapa pembacanya? Jika membangun fitur, kesulitan pengguna mana yang ingin dikurangi? Jika menyiapkan materi pelatihan, tindakan apa yang diharapkan setelah orang membacanya?

Coba tambahkan satu kalimat tujuan pada setiap tugas: “Hasil ini membantu tim memilih jadwal yang realistis.” Kalimat itu membuat ukuran keberhasilan lebih jelas daripada sekadar “laporannya sudah dikirim”. Ini latihan yang bisa dicoba, bukan klaim tentang rutinitas pribadi Josaphat.

2. Hanna: menjaga ruang untuk pertanyaan dan kolaborasi

Dalam profil Australian National University, Hanna Kurniawati diceritakan menempuh pendidikan ilmu komputer di Universitas Indonesia sebelum membangun karier riset lintas negara. Karyanya mencakup perencanaan robot dan kerja sama riset untuk inspeksi infrastruktur. Profil tersebut juga menyoroti bagaimana pertanyaan mahasiswa dapat membuka cara berpikir baru. ANU menyebutnya sebagai warga negara Australia.

Dari kisah ini, kita bisa mengambil pelajaran tentang sikap terhadap pertanyaan. Pengalaman tidak mengharuskan seseorang memiliki jawaban untuk segala hal. Dalam tim, kemampuan mengungkap bagian yang belum dipahami bisa membantu menemukan asumsi yang terlewat.

CONTOH BERTANYA DALAM TIM
“Aku memahami tujuan utamanya. Yang belum jelas, asumsi mana yang paling berisiko kalau ternyata salah? Boleh kita periksa sebelum menentukan langkah berikutnya?”

Contoh kalimat ini dibuat JELAFLO, bukan kutipan Hanna.

Untuk profesional muda, bertanya dapat dimulai dengan menyebut apa yang sudah diperiksa. Bawa pertanyaan yang spesifik, dengarkan jawabannya, lalu catat perubahan pemahamanmu. Kamu sekaligus menunjukkan persiapan dan membuka ruang kerja sama.

3. Griselda: memberi arah pada keahlian yang dilatih

ArtCenter, dalam profil 23 Februari 2017, menceritakan Griselda Sastrawinata-Lemay yang tumbuh di Jakarta, mengarahkan portofolionya ke animasi, dan terlibat dalam desain kain tapa untuk Moana. Pada agenda resmi Disney Animation untuk LightBox Expo 2023, ia tercatat sebagai Associate Production Designer yang membahas desain kostum Wish.

Perjalanan tersebut memberi contoh keahlian yang memiliki arah dan konteks penggunaan. Bagi kita, pelajaran praktisnya adalah memilih kemampuan yang ingin ditunjukkan, lalu menyiapkan karya yang memperlihatkan proses serta keputusan di baliknya.

Misalnya, seseorang yang ingin menjadi penulis konten bisa menyusun tiga contoh tulisan untuk kebutuhan berbeda, lalu menjelaskan siapa pembacanya dan alasan struktur tulisannya. Seorang analis dapat menunjukkan pertanyaan bisnis, cara memeriksa data, dan batas kesimpulannya.

Portofolio tidak perlu membuka dokumen rahasia perusahaan. Gunakan proyek pribadi atau bahan yang memang diizinkan. Tujuannya menunjukkan kemampuan secara jujur, termasuk bagian yang dikerjakan bersama orang lain.

Empat kebiasaan yang bisa dibawa ke pekerjaanmu

Kamu tidak harus pindah negara untuk mulai melatih kebiasaan profesional. Pilih satu dari empat latihan berikut, lalu lihat pengaruhnya selama seminggu.

  • Jelaskan manfaat tugas. Tulis siapa yang memerlukan hasilmu dan untuk keputusan apa.
  • Beri kabar sebelum hambatan membesar. Sampaikan fakta, dampak terhadap tenggat, dan bantuan yang diperlukan.
  • Minta masukan yang spesifik. Ganti “menurutmu bagus?” dengan pertanyaan tentang kejelasan, ketepatan, atau kegunaan.
  • Simpan catatan belajar. Rekam satu hal yang berubah setelah mendapat masukan, tanpa menyimpan informasi rahasia.

Etos kerja dapat terlihat melalui kebiasaan yang berulang: menepati kesepakatan, mengakui keterbatasan, menyelesaikan tanggung jawab, dan menghargai kontribusi orang lain. Kamu juga perlu batas kerja yang masuk akal agar kebiasaan tersebut bisa dipertahankan.

Jika bekerja lintas budaya, tambah satu kebiasaan lagi: konfirmasikan cara kerja tim. Cara menyampaikan keberatan, meminta keputusan, atau melaporkan risiko bisa berbeda. Keinginan belajar akan lebih berguna jika disertai pertanyaan yang jelas.

Sumber & catatan editorial

Rujukan profil: Government of Japan, Australian National University, ArtCenter, dan Disney Animation, ditautkan pada masing-masing bagian. Diperiksa 26 Oktober 2026. Tanggal dan jabatan mengikuti konteks sumber; penyebutan peran pada 2023 tidak menyatakan jabatan terkini.

Artikel ini tidak berasal dari wawancara JELAFLO dan tidak mengarang rutinitas, jam kerja, atau kutipan pribadi. Saran praktik merupakan olahan editorial, bukan kesimpulan tentang seluruh diaspora Indonesia.